ANTARA DAUN-DAUN GUGUR

Oleh: Martika 

Antara daun-daun gugur, kudengar hembusan angin malam

Berbisik tentang rasa, tentang gelap dan rindu

Saat hujan segar menyeru dan kutemukan dirimu abu-abu

Lalu lagupun tak lagi merdu, hanyut dalam untaia
n bait tak berujung

Sedang puing lembayung kasih enggan lagi memikat

Pudar menggambarkan bau amis kelukaan

Angin panas kering, mengingatkan sang daun jatuh

Yang tak lagi milik ranting pohon tua

Disinilah ada sepi ditulis embun padanya

Sepi dikabarkan angin pada rindu

Rindu dan kesepian hati yang gugur

Hanya burung asing yang bermain lara di dalamnya

Jiwa kecil pun tak lagi bergemuruh ceria

Terperangkap rapuh di antara bekas langkah kaki

Sedang angin masih  terus mengeruak di balik dada nan sepi

Terus melesat  pada kerinduan yang kian menusuk

Betapa cepatnya rasa itu beranjak

Mimpi yang terlukis, kembali pergi menjadi debu

Sang pelangi kini tak lagi mengurai warna mimpi itu

Bertukar rupa kelabu bagai raksa yang meleburkan keping-keping hati

Hanya tersisa lembayung cinta yang menabur dalam jeritan tinta syair lara

Dirimu terkesiap dan sendiri

Bak sehelai daun tertiup angin

Lalu jatuh di taman kenangan senja itu

Barangkali seperti inilah rindu itu

Rindu yang mengantar pada kesunyian

Dan hanya akan menjadi rindu yang semu pada masa kelam

Melintasi batas cakrawala yang jauh dari angan


 

Komentar