Berbicara tentang kontribusi, Saya teringat akan kutipan dari mantan Presiden Amerika, John F. Kennedy "jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu". Sebagai warga negara, kita memang punya hak untuk hidup dan menghidupi diri sendiri dengan mengambil atau melakukan hal di negera kita. Namun di sisi lain kita juga mempunyai kewajiban memberikan segala hal yang baik kepada negeri.
Kontribusi dalam bahasa Inggris
yaitu contribute, contribution, yang
artinya keikutsertaan, keterlibatan, melibatkan diri maupun sumbangan. Maka
dari itu dapat disimpulkan bahwa arti kontribusi pada negeri adalah sumbangsih
yang diberikan dalam berbagai bentuk, baik sumbangan berupa dana, program,
sumbangan ide, tenaga yang diberikan negeri. Hal yang dinanti dari negeri
sendiri yaitu para pemuda generasi penerus bangsa dalam membangun Indonesia
maju ke depannya. Saya sebagai bagian dari generasi penerus bangsa sebenarnya
juga tidak muluk-muluk. Tidak seperti kebanyakan orang yang bisa memberikan
prestasi-prestasi yang bisa membanggakan Indonesia. Saya juga belum pernah
mendapatkan beasiswa pendidikan ke luar negeri. exchange pelajar ke luar negeri, dan hal lain yang serupa.
Saya melewati masa kanak-kanak
seperti umumnya anak-anak, menghabiskan waktu dengan bermain sampai sore dan
sering lupa waktu untuk belajar. Hal yang berkesan dan membanggakan dari Saya
waktu TK hanya bangun pagi dan menjadi siswa paling pagi sampai ke sekolah dan
berangkat sendiri tanpa diantar orang tua, berkat itu juga Ibu guru TK Saya memberi
hadiah kotak pensil dan itu sudah membuat Saya bahagia.
Memasuki masa Sekolah Dasar (SD)
selama enak tahun, tidak ada yang spesial juga, Saya masih suka bermain, hal
yang membaik yaitu saya sudah bisa membagi waktu lebih baik dan selalu
meluangkan waktu Saya untuk belajar. Belajar saja bukan hal yang unik bukan?
Karena semua orang bisa melakukan hal tersebut. Selain belajar dan bermain,
Saya juga aktif dalam kegiatan seperti
pramuka, TPA (mengaji), dan les gratis yang diadakan di desa.
Beranjak remaja, masuk di Sekolah
Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menangah Atas (SMA), Saya juga melakukan
aktivitas layaknya pelajar lain. Belajar, berorganisasi, dan berbaur dengan
teman sekolah merupakan hal yang menyenangkan dan sayang untuk dilewatkan. Hal
yang berkesan selama di SMP dan SMA yaitu Saya sudah mulai berani mengikuti
lomba-lomba mewakili sekolah. Kalah menang sudah bisa, yang terpenting adalan
pengalaman dan ilmu baru yang bisa Saya dapatkan. Saya juga pernah mengikuti
karantina pelatihan Olimpiade Sains tingkat provinsi, di acara tersebut Saya
bersyukur bertemu teman-teman dan guru yang hebat.
Berdasarkan dari cara Saya
melewati masa TK, SD hingga SMA Saya memang terlalu biasa bagi sebagian banyak
orang, masih banyak orang-orang hebat yang mampu berbuat lebih. Namun, Saya
bahagia berhasil melewati masa sekolah Saya, bertemu banyak orang hebat, dan
cara saya belajar sudah menumbuhkan rasa cinta Saya pada negeri.
Cerita Saya belum selesai,
setelah lulus SMA Saya diterima di dua kampus sekaligus. Pertama, Saya diterima
di universitas ternama di daerahku, dan kedua Saya diterima di kampus kedinasan
di Bintaro. Dengan berbagai pertimbangan dan mengingat Saya berasal dari
keluarga yang pas-pasan, akhirnya Saya membulatkan tekat untuk masuk di kampus
kedinasan di Bintaro. Selama kuliah di sana, Saya juga menjadi mahasiswa biasa,
kuliah dan sedikit ikut berorganisasi. Sudah diketuhui juga bahwa setelah lulus
dari kampus ini, mahasiswa akan diangkat menjadi cpns yang akan disebar di
seluruh penjuru negeri. Pengalaman dan hal baru yang Saya dapatkan, salah satu
yang penting yaitu nilai integritas yang selalu ditekankan dan diutamakan.
Dengan integritas tersebut, dimanapun dan kapanpun kita akan menjadi berlian
dan terhormat. Banyak orang pintar dan punya jabatan, tapi tidak ada gunakan
kalau tanpa ada integritas dalam dirinya, itulah yang ditekankan oleh Menteri
Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani dalam wisuda Saya beberapa waktu lalu.
Setelah Saya lulus dari kampus,
Saya siap untuk bekerja mengabdi kepada negara. Saya akan berusaha memberikan
pelayanan yang baik kepada masyarakat dan diringi dengan sikap dan perliaku
yang baik dan berintegritas. Mungkin hal tersebut terlalu biasa dalam cerita
kontribusi pada negeri, namun bagi Saya ini adalah amanah yang membanggakan dan
Saya akan berusaha yang terbaik dalam berkontribusi membangun negeri untuk
Indonesia maju. Penutup dari cerita ini, Saya juga akan selalu berusaha menanamkan
dalam diri Saya akan pekataan Ibu Sri
Mulyani yaitu "jangan pernah lelah mencintai negeri". Terima kasih.
Komentar
Posting Komentar